Hidayatullahjatim.com – Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Ngawi kembali menggelar agenda rutin Kajian Ahad Pagi yang mengupas tuntas keteladanan Nabi Yusuf AS Bagian II di Masjid Saidi Moelyowijoyo Kampus 2 Hidayatullah Ngawi pada Ahad (18/10/2026). Peristiwa keagamaan ini menghadirkan kajian mendalam mengenai pentingnya kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan dan ujian kehidupan modern.
Dalam pemaparannya, Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi, S.Ag. menegaskan bahwa perjalanan hidup Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya’qub AS sebagaimana diabadikan dalam Surah Yusuf memberikan nilai fundamental bagi umat Islam. Ia menyampaikan bahwa kesabaran bukanlah sikap pasrah tanpa arah, melainkan bentuk keimanan aktif yang diiringi dengan ikhtiar dan keteguhan hati.

“Kesabaran menguatkan iman, keteguhan menjaga kehormatan, dan ihsan menyempurnakan pengabdian. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh mudahnya jalan yang ditempuh, melainkan oleh keteguhan iman dan pilihan-pilihan benar yang diambil ketika menghadapi ujian,” ujar Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi, S.Ag. di Masjid Saidi Moelyowijoyo.
Ia juga menyoroti empat pilar utama dalam materi kajian tersebut, yakni pembelajaran kesabaran Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya’qub AS, tata cara mengendalikan fitrah dan hawa nafsu saat menghadapi godaan, metode preventif menghindari perbuatan keji, hingga urgensi menjadi sosok muhsin yang berbuat ihsan dalam setiap amanah kehidupan.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, meliputi jamaah umum, wali santri, seluruh tenaga pendidik unit pendidikan Hidayatullah Ngawi, serta para santri IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi yang turut didukung penuh oleh pihak sekolah.
Kajian ini turut mendapatkan apresiasi tinggi dari pengurus wilayah atas konsistensi pembinaan umat di daerah. Ketua Departemen Dakwah PW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Aep Saepudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pembinaan keislaman yang berkelanjutan tersebut.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD Hidayatullah Ngawi atas penyelenggaraan Kajian Ahad Pagi ini. Penanaman nilai-nilai Al-Qur’an secara tematik dan aplikatif seperti kisah Nabi Yusuf AS sangat krusial dalam membangun benteng moral masyarakat dan generasi muda,” tegas Ustadz Aep Saepudin saat memberikan keterangannya, Ahad (18/10/2026).
Relevansi Pendidikan dan Penguatan Karakter Santri
Materi kajian keteladanan Nabi Yusuf AS ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sistem pendidikan keislaman yang diterapkan di lingkungan Hidayatullah. Bagi kalangan pendidik dan orang tua, kisah tersebut menjadi landasan penting dalam memberikan keteladanan moral, menjaga kehormatan, serta menjalankan tanggung jawab pengasuhan dengan penuh integritas.
Bagi para santri IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi, pesan-pesan Al-Qur’an dalam kajian ini diharapkan menjadi bekal pembentukan karakter dalam membentengi diri dari pergaulan negatif dan berani mempertahankan kebenaran. Hal ini sejalan dengan visi Pendidikan Integral Berbasis Tauhid yang menempatkan keimanan sebagai fondasi utama dalam pembentukan ilmu, adab, dan kepribadian peserta didik.
Penyelenggaraan Kajian Ahad Pagi ini diharapkan senantiasa menjadi sarana ikhtiar dakwah yang berkelanjutan dalam menghadirkan pembinaan spiritual bagi masyarakat umum dan keluarga besar Hidayatullah di Kabupaten Ngawi.
Kontributor: Huda
Editor: Aminudin
