Hidayatullahjatim.com – Sebanyak 90 santriwati mengikuti kegiatan Parade Tasmi’ Jilid 8 yang diselenggarakan di Aula Raihanah Lantai 4 pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Agenda ini menjadi momentum apresiasi atas perjuangan para santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, melatih keberanian, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Kalamullah melalui lantunan ayat-ayat suci yang diperdengarkan secara langsung.
Dalam tausiyahnya, Dewan Hakim MHQ Nasional sekaligus Dewan Penguji LPTQ Kabupaten Malang, Dr. Nadhif Anwar, Lc., M.Pd., menegaskan pentingnya peran pengajar Al-Qur’an bagi keberlangsungan masa depan umat. Mengutip hadis Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, ia menyoroti teladan ulama Masjidil Haram, Syekh Yasin Al-Madani, yang senantiasa memprioritaskan mengajar anak-anak kecil di samping membimbing murid-murid senior dari berbagai negara.

“Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan umat. Ilmu yang diwariskan kepada generasi penerus akan menjadi bekal bagi keberlangsungan perjuangan agama,” ujar Dr. Nadhif Anwar, Lc., M.Pd. di Aula Raihanah Lantai 4, Sabtu (3/10/2026).
Sementara itu, Drs. Muhammad Arifin dalam penyampaiannya menekankan bahwa proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan dan dukungan yang utuh dari lingkungan terdekat.
“Menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan semangat, kesungguhan, dorongan, serta dukungan dari orang tua. Tidak kalah penting, doa menjadi bagian yang senantiasa mengiringi setiap proses perjuangan dalam menghafal Kalamullah,” kata Drs. Muhammad Arifin di Aula Raihanah Lantai 4, Sabtu (3/10/2026).
Di balik pencapaian tersebut, para peserta menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ustadzah yang menyimak hafalan mereka dengan sabar meski bacaan masih belum lancar. Rasa terima kasih juga dialamatkan kepada sesama santri yang senantiasa memberikan dorongan moral di saat muncul keraguan. Perjuangan peserta diwarnai pengorbanan fisik dan waktu, termasuk mengatur waktu istirahat hingga bangun pada pukul 01.00 dini hari untuk mengulang hafalan.
Apresiasi bagi Penjaga Kalamullah
Kegiatan Parade Tasmi’ Jilid 8 ini turut mendapat apresiasi langsung dari Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Beliau menyampaikan rasa bangga serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh santri, ustadzah, dan panitia yang terlibat dalam menjaga tradisi keilmuan dan keagungan Al-Qur’an. Menurutnya, konsistensi para santri dalam melantunkan dan menjaga hafalan merupakan cerminan dari semangat juang syiar Islam yang harus terus didukung secara penuh oleh seluruh lapisan masyarakat dan lembaga.
Parade Tasmi’ Jilid 8 membuktikan bahwa setiap hafalan memiliki cerita, pencapaian membutuhkan perjuangan, dan keberhasilan tidak berdiri sendiri tanpa keterlibatan doa orang tua, bimbingan pengajar, serta pertolongan Allah SWT. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta memiliki komitmen untuk mengamalkan dan mewariskannya kepada generasi mendatang.
Kontributor: Salim Rahmatullah
Editor: Aminudin
