Hidayatullahjatim.com – Jajaran manajemen MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro menggelar Rapat Rutin Tim Management guna memperkuat sinergi internal dan meneguhkan komitmen pengelolaan lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman pada Rabu (30/9/2026). Agenda strategis yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut difokuskan pada pengarahan serta refleksi kepemimpinan Islam dalam merespons dinamika pembinaan kader dan tantangan tata kelola lembaga.
Dalam forum tersebut, Ketua Yayasan Ustadz Abdullah Ridho memberikan penguatan khusus kepada seluruh jajaran manajemen yang hadir. Beliau memaparkan refleksi mendalam yang bersumber dari Surat Al-Anfal ayat 45–46 mengenai lima prinsip utama kekuatan umat saat menghadapi ujian serta proses perjuangan.
Ustadz Abdullah Ridho menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan Islam tidak semata-mata diukur dari kelengkapan fasilitas fisik maupun kualitas sumber daya manusia (SDM) saja. Faktor ketaatan, soliditas internal, dan kedalaman spiritualitas para penggeraknya menjadi fondasi mendasar yang menentukan keberlanjutan lembaga.
“Keberhasilan yang dikehendaki Allah bukan sekadar menang secara lahiriah, tetapi bagaimana kita tetap berada dalam ketaatan. Perselisihan internal dapat menghancurkan kekuatan yang sudah dibangun. Karena itu, menjaga ukhuwah dan kesabaran adalah kunci utama,” kata Ustadz Abdullah Ridho di Bojonegoro, Rabu (30/9/2026).
Membedah lima pilar utama yang dipaparkan, poin pertama menekankan keteguhan mental (Fatsbutu) agar jajaran pengelola tidak mudah menyerah dan tetap istiqamah menjalankan amanah pendidikan. Poin kedua menggarisbawahi pentingnya memperbanyak dzikir dan interaksi dengan Al-Qur’an (Wadzkurullaha Katsira) sebagai benteng ruhiyah di tengah tekanan tugas harian. Selanjutnya, poin ketiga mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya (Wa A-ti’ullaha wa Rasulah) sebagai landasan utama penetapan setiap kebijakan manajemen.
Poin keempat dan kelima menyoroti aspek hubungan antarmanusia dan emosional, yakni kewajiban menjaga ukhuwah untuk menghindari perselisihan (Wa La Tanaza’u) serta mengedepankan kesabaran (Washbiru) dalam mengelola perbedaan karakter di lingkungan kerja. Kebijakan ini dinilai menjadi kunci dalam mencegah konflik internal yang berpotensi melemahkan fokus perjuangan lembaga.
Komitmen Implementasi Tata Kelola Harian
Menanggapi arahan tersebut, seluruh tim manajemen MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro berkomitmen untuk mentransformasikan kelima pilar tersebut ke dalam standar operasional dan tata kelola harian. Langkah ini mencakup pola pembinaan tenaga pendidik hingga sistem pengasuhan santri secara berkelanjutan.
Langkah konsolidasi berkala ini diharapkan mampu semakin mengukuhkan posisi MTs dan MA Integral Luqman Al Hakim Bojonegoro sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di wilayah Jawa Timur. Dengan memadukan manajemen profesional dan pembinaan karakter berbasis prinsip Al-Qur’an, lembaga optimistis mampu mencetak generasi muda yang bertakwa, berkarakter teguh, serta berprestasi secara akademis.
Kontributor: Afif
Editor: Aminudin
