MALANG (hidayatullahjatim.com) — Dunia pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada gelombang perubahan zaman yang begitu cepat. Perkembangan teknologi, disrupsi digital, serta masuknya berbagai paham dan gaya hidup modern menjadi tantangan nyata bagi lembaga pendidikan berbasis Islam. Menjawab dinamika tersebut, dewan guru SMP Ar Rohmah Boarding School Malang (Sparta Teachers) menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Agenda pembinaan spiritual dan akademis ini menghadirkan Anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Jawa Timur, Ust. Alimin Mukhtar, M.Pd., sebagai narasumber utama. Beliau membawakan materi mendalam bertajuk “Fiqh Menghadapi Perubahan: Membaca Tantangan Pendidikan dengan Qawa’id Fiqhiyyah”.
Dalam pemaparannya, Ust. Alimin Mukhtar menyoroti dua kecenderungan ekstrem yang sering menjebak institusi pendidikan Islam. Di satu sisi, terdapat sikap konservatif yang terlalu kaku dalam mempertahankan tradisi lama hingga tertinggal dari zaman. Di sisi lain, terdapat kecenderungan terlalu longgar dalam menerima pembaruan tanpa proses penyaringan (filtering) yang memadai sesuai syariat.
“Pesantren dan lembaga pendidikan Islam tidak boleh menjadi institusi yang anti-perubahan. Sebaliknya, lembaga pendidikan perlu berkembang secara dinamis dan fleksibel, namun tetap teguh memegang akidah, akhlak, dan nilai-nilai fundamental Islam,” jelas Ust. Alimin di hadapan para Sparta Teachers.
Penerapan Lima Kaidah Utama (Al-Qawa’id Al-Khamsah) dalam Pendidikan
Sebagai kerangka berpikir (framework) dalam mengambil keputusan, Ust. Alimin menguraikan secara rinci implementasi Lima Kaidah Fikih Utama untuk merespons persoalan pendidikan modern:
-
Setiap Perkara Dinilai Berdasarkan Tujuannya (Al-Umuru bi Maqashidiha)
Menjadikan niat dan tujuan utama pendidikan Islam—yaitu melahirkan generasi beradab, berakhlak mulia, dan bertauhid—sebagai fondasi dalam merumuskan kurikulum maupun metode pembelajaran.
-
Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Al-Yaqinu La Yuzalu bisy-Syakk)
Memberikan kepastian hukum dan prinsip bagi para pendidik dalam menjaga nilai-nilai inti (core values) Islam di tengah derasnya arus informasi dan keraguan moral di media sosial.
-
Kesulitan Mendatangkan Kemudahan (Al-Masyaqqatu Tajlibut-Taysir)
Mendorong fleksibilitas dan adaptasi dalam proses belajar-mengajar ketika menghadapi keterbatasan atau perubahan kondisi, tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
-
Bahaya Harus Dihilangkan (Adh-Dhararu Yuzal)
Menjadi landasan untuk membentengi santri dari dampak negatif disrupsi digital, komersialisasi pendidikan, benturan nilai, serta bahaya pergeseran orientasi pendidikan.
-
Adat Kebiasaan Dapat Menjadi Pertimbangan Hukum (Al-‘Aadatu Muhakkamah)
Membuka ruang untuk mengadopsi budaya lokal yang positif serta kebiasaan baik dalam metode pengajaran selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.
Inovasi Teknologi Tanpa Mengorbankan Adab
Secara khusus, materi Mabit ini mengulas pentingnya pembaruan metode pembelajaran di era kecerdasan buatan. Penggunaan e-learning, kecerdasan (AI), serta strategi pembelajaran kreatif sangat dianjurkan sebagai bagian dari inovasi pendidikan Islam. Namun, teknologi tersebut ditegaskan hanyalah alat bantu. Esensi utama pendidikan—seperti penanaman adab, pembentukan karakter, dan peneladanan—tetap memerlukan interaksi serta bimbingan langsung dari sosok guru Rabbani.
Lebih lanjut, materi tersebut menekankan pentingnya skala prioritas, prinsip kehati-hatian (ihtiyath), pencegahan mudarat (sadd adz-dzari’ah), pemeliharaan tradisi unggul, serta peningkatan standar kualitas pendidikan dan dakwah secara berkelanjutan.
Apresiasi dari Departemen Pendidikan Hidayatullah Jatim
Komitmen para Sparta Teachers dalam mengasah kecerdasan bernavigasi zaman ini mendapat apresiasi tinggi dari pengurus wilayah. Ust. Muhammad Solehan, Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, menegaskan bahwa pemahaman terhadap qawa’id fiqhiyyah sangat krusial bagi para pengelola dan pendidik Islam.
“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada dewan guru SMP Ar Rohmah Malang. Membedah Qawa’id Fiqhiyyah sebagai alat analisis tantangan pendidikan adalah langkah yang sangat progresif. Ini menunjukkan bahwa pendidik kita tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan strategis di tengah perubahan global. Semoga ini membawa keberkahan dan melahirkan lulusan yang siap memimpin masa depan,” puji Ust. Muhammad Solehan.
Melalui pembekalan Mabit Sparta ini, para pendidik SMP Ar Rohmah Boarding School Malang diharapkan mampu memimpin perubahan secara proporsional—membawa pendidikan Islam melangkah maju mengikuti zaman, tanpa pernah kehilangan arah dan nilai-nilai utamanya.
Reporter: Achmad Fauzan
Editor: Aminudin
