KEDIRI (hidayatullahjatim.com) โ Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Kediri resmi memulai babak baru. Prosesi serah terima amanah (sertijab) kepemimpinan dari Senidin kepada Faris Fatlullah digelar dengan khidmat di Hotel Lotus Kediri. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan dakwah dan profesionalisme pengelolaan zakat di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya sesepuh Hidayatullah Kediri Ustadz Abdul Halim, jajaran Pengurus DPD Hidayatullah Kota dan Kabupaten Kediri, serta seluruh amil (petugas) BMH Gerai Kediri.

Pengurus DPD Hidayatullah Kabupaten Kediri, Ridho Suripto, menegaskan bahwa reposisi kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan umat yang semakin dinamis. Menurutnya, keberadaan BMH tidak bisa dipisahkan dari napas perjuangan organisasi secara keseluruhan.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. BMH harus terus memperkuat garis koordinasi dengan DPD Hidayatullah, sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan masyarakat luas agar dampak program kebaikan ini bisa semakin masif,” ujar Ridho Suripto dalam sambutannya.
Ridho Suripto juga memberikan apresiasi tinggi kepada BMH yang dinilai konsisten menjaga iklim organisasi yang sehat. Kebijakan promosi dan mutasi yang berjalan dinamis menunjukkan bahwa lembaga ini dikelola dengan standar yang terukur.
“Kami sangat mengapresiasi BMH yang terus menerapkan sistem promosi dan mutasi. Ini bukan sekadar penyegaran struktural, melainkan bentuk konkret dari pengkaderan yang matang dan pembuktian profesionalisme lembaga,” imbuhnya.
Apresiasi dari Wilayah
Gayung bersambut, langkah progresif BMH Gerai Kediri ini juga mendapat atensi positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Sosial DPW Hidayatullah Jawa Timur, Imam Muslim, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya estafet kepemimpinan ini.
Imam Muslim berharap, di bawah komando Faris Fatlullah, BMH Gerai Kediri dapat melahirkan inovasi-inovasi baru dalam program pemberdayaan sosial dan kemanusiaan.
“Mutasi kepemimpinan adalah sunatullah dalam organisasi yang sehat. Kami berharap nakhoda baru dapat langsung tancap gas, merawat prestasi yang sudah diukir oleh pejabat sebelumnya, sekaligus melahirkan terobosan baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah,” pungkas Imam Muslim.
Reporter: Muhammad Husaini,
Editor: Aminudin

