BOJONEGORO (hidayatullahjatim.com) – Sebagai upaya memperkokoh landasan teologis para kader, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bojonegoro menggelar Halaqah Wustha secara intensif. Mengambil tempat di pusat dakwah setempat, kegiatan ini fokus membedah Pokok Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) sebagai tameng ideologi kader di tengah keberagaman pemikiran kontemporer.
Hadir sebagai pemateri sekaligus Murabbi, Abdullah Ridho A. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa memahami Aswaja secara komprehensif adalah keniscayaan bagi setiap kader Hidayatullah.
Moderat dan Berpegang Teguh
Dalam kajian tersebut, Abdullah Ridho menjelaskan bahwa pokok ajaran Aswaja menitikberatkan pada keseimbangan (tawazzun) dan sikap moderat (tawasuth). Beliau merinci bagaimana prinsip-prinsip akidah, syariah, dan akhlak harus merujuk pada Al-Qur’an, Sunnah, serta kesepakatan para sahabat dan ulama salaf yang mu’tabar.
“Aswaja bukan sekadar label, melainkan manhaj dalam beragama yang lurus. Kader harus mampu membedakan mana ajaran yang murni dan mana yang telah terkontaminasi oleh pemikiran ekstrem, baik kanan maupun kiri,” papar Abdullah Ridho di hadapan peserta halaqah.
Rifa’i, perwakilan pengurus DPD Hidayatullah Bojonegoro, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari kurikulum wajib perkaderan di Bojonegoro.
“Kami ingin kader di Bojonegoro memiliki pemahaman yang tuntas. Dengan memahami pokok-pokok Aswaja, kader akan lebih percaya diri dalam berdakwah dan berinteraksi di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Rifa’i.
Dukungan Penuh dari Wilayah
Langkah taktis DPD Bojonegoro ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan wilayah. Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Muh Idris, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penguatan akidah tersebut.
“Apresiasi luar biasa untuk Bojonegoro. Pembahasan mengenai Aswaja sangat krusial agar arah perjuangan kita tetap selaras dengan garis besar para ulama. Ini adalah bentuk penjagaan terhadap integritas organisasi sekaligus kontribusi kita dalam menjaga ukhuwah Islamiyah di Jawa Timur,” tegas Muh Idris.
Acara yang berlangsung penuh antusiasme tersebut diakhiri dengan sesi diskusi mendalam. Diharapkan, pasca kegiatan ini, para kader mampu menjadi motor penggerak dakwah yang santun namun tetap teguh dalam prinsip-prinsip kebenaran.
Reporter: Ahmad Ripai
Editor: Aminudin

