SURABAYA (hidayatullahjatim.com) โ Mengawal konsistensi spiritualitas pasca-bulan suci, Pengurus DPD Hidayatullah Surabaya menggelar agenda Halaqah Wustho di Kantor Manajemen BMH Jatim. Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh para pegawai BMH Perwakilan Jatim yang telah menempuh jenjang marhala wustho, sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mentalitas perjuangan.
Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Mashud, memberikan ulasan mendalam mengenai refleksi “Madrasah Ramadan”. Beliau menekankan bahwa bagi amil yang sudah berada di jenjang wustho, tantangan 11 bulan ke depan bukan sekadar menjaga ibadah pribadi, melainkan menjadi teladan dalam profesionalisme dan integritas di lembaga zakat.
Internalisasi Nilai bagi Kader Wustho
Ketua DPD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa pemilihan peserta dari kalangan pegawai marhala wustho ini bertujuan untuk memastikan struktur inti di BMH Jatim memiliki frekuensi spiritual yang sama.
“Halaqah ini menjadi momentum krusial bagi para pegawai yang sudah mencapai marhala wustho. Mereka adalah tulang punggung gerakan. Kita ingin memastikan hasil Madrasah Ramadan benar-benar terinternalisasi menjadi etos kerja yang lebih kuat untuk melayani umat selama 11 bulan ke depan,” tegas Zaenal Muttaqin.
Apresiasi dari Wilayah
Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, menyebutkan bahwa pembinaan berkelanjutan bagi pegawai di level marhala ini adalah investasi jangka panjang organisasi.
“Kami sangat mengapresiasi langkah DPD Hidayatullah Surabaya. Pegawai BMH Perwakilan Jatim yang sudah masuk marhala wustho adalah motor penggerak. Jika refleksi spiritual mereka tajam, maka dampaknya akan terasa pada kualitas layanan dan kebermanfaatan BMH di seluruh pelosok Jawa Timur,” ungkap Abdullah Ridho.
Reporter: Adib Nur Syahid
Editor: Aminudin

