Optimalkan Lahan Wakaf, Santri Darul Hijrah V Hidayatullah Tuban Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

Optimalkan Lahan Wakaf, Santri Darul Hijrah V Hidayatullah Tuban Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

TUBAN (hidayatullah.com) โ€“ Kemandirian lembaga menjadi fokus utama Pondok Pesantren Darul Hijrah V Hidayatullah Tuban. Memanfaatkan aset yang ada, para santri mulai mengoptimalkan lahan wakaf di lingkungan pesantren untuk program ketahanan pangan mandiri.

Aksi produktif ini melibatkan para santri secara langsung. Mulai dari proses pembersihan lahan (land clearing), perawatan pohon yang sudah tumbuh, hingga penanaman bibit baru. Berbagai komoditas produktif seperti pisang, mangga, hingga cabai dipilih karena dinilai memiliki nilai manfaat tinggi untuk konsumsi internal maupun potensi ekonomi pesantren ke depan.

Pengurus DPD Hidayatullah Tuban, Lajianto, mengungkapkan bahwa langkah ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan bagian dari kurikulum pembentukan karakter santri agar memiliki jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin memastikan lahan wakaf ini memberikan manfaat yang maksimal. Dengan menanam tanaman pangan, hasilnya nanti bisa langsung dirasakan untuk kebutuhan dapur santri. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan pesantren,” ujar Lajianto saat meninjau lokasi lahan.

Apresiasi dari Wilayah

Langkah taktis yang dilakukan oleh DPD Hidayatullah Tuban ini mendapat respons positif dari tingkat wilayah. Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemanfaatan lahan wakaf tersebut.

Menurut Amun, model ketahanan pangan berbasis pesantren ini harus menjadi percontohan bagi lembaga-lembaga lain di Jawa Timur. Ia menilai bahwa optimalisasi aset wakaf merupakan kunci agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi.

“Apa yang dilakukan rekan-rekan di Tuban sangat luar biasa. Kami sangat mengapresiasi semangat kemandirian ini. Jika seluruh pesantren mampu mengelola lahan wakafnya secara produktif, maka ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari lingkup kecil seperti pesantren,” tegas Amun Rowie.

Ke depan, pihak pesantren berencana untuk terus memperluas jenis tanaman dan meningkatkan teknik budidaya agar hasil panen lebih melimpah dan berkelanjutan.

Reporter: Lajianto

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *