Bukan Sekadar Buka Bersama: Saat Hangatnya Ukhuwah di Kediri Menyapa Saudara di Palestina

Bukan Sekadar Buka Bersama: Saat Hangatnya Ukhuwah di Kediri Menyapa Saudara di Palestina

KEDIRI (hidayatullah.com) – Sabtu sore (7/3) itu, kompleks MI Integral Luqman Al-Hakim, Banyakan, tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 16.00 WIB, ratusan pasang kaki mulai memadati area sekolah. Senyum dan sapaan hangat antar-jamaah menjadi pemandangan pembuka dalam agenda “Buka Bersama: Menjalin Silaturahmi Membangun Ukhuwah Bersama Jamaah” yang digelar Keluarga Besar Hidayatullah Kediri Raya.

Bagi kami yang hadir, acara ini terasa lebih dari sekadar rutinitas mengisi waktu di bulan Ramadan. Ada semangat kekeluargaan yang kental, menyatukan pengurus, wali murid, hingga para santri dalam satu barisan yang akrab.

Keseruan di Setiap Sudut Menjelang waktu berbuka, suasana sama sekali tidak membosankan. Panitia berhasil menghidupkan suasana dengan berbagai kegiatan interaktif. Di satu sudut, ibu-ibu atau para Ummahat tampak antusias mengikuti sesi tukar kado yang penuh tawa. Sementara itu, keceriaan terpancar dari wajah anak-anak yang asyik dengan peralatan mewarnai mereka dalam sesi Kid’s DIY.

Kejutan doorprize di sela-sela acara pun menambah kemeriahan, membuat waktu menunggu azan Maghrib terasa begitu singkat.

Mengetuk Pintu Langit untuk Palestina Di tengah kegembiraan berkumpul, kami diingatkan bahwa ukhuwah tidak hanya berhenti pada lingkaran yang hadir sore itu. Momen ini juga menjadi wadah bagi kami untuk menengok saudara-saudara di Palestina. Lewat penggalangan donasi khusus, panitia mengajak setiap jamaah untuk menyisihkan infaq terbaiknya.

“Semangat berbagi ini harus terus dipupuk,” ujar Ridho Suripto, pengurus DPD Hidayatullah Kabupaten Kediri, yang menekankan pentingnya menjaga empati terhadap krisis kemanusiaan di dunia Islam.

Apresiasi dan Harapan Konsistensi pengelolaan jamaah di Kediri ini pun mendapat jempol dari Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie. Beliau menilai pola pembinaan yang dikemas dengan suasana kekeluargaan seperti ini adalah kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian.

Acara pun ditutup dengan doa bersama yang khidmat dan buka puasa dengan menu sederhana namun terasa istimewa karena dinikmati bersama-sama. Pulang dari sana, bukan hanya perut yang kenyang, tapi rasa persaudaraan kami pun terasa semakin erat. Semangat ukhuwah ini diharapkan tetap menyala, bahkan setelah Ramadan usai nanti.


Reporter: Restu

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *