Senin (16/2) siang kemarin, saya dan puluhan jamaah lainnya berkumpul di Kampus 1 Hidayatullah Bojonegoro. Suasananya begitu hangat dan khidmat. Kami hadir bukan sekadar untuk berkumpul, melainkan untuk menyambut tamu agung yang sebentar lagi tiba: Ramadhan 1447 H.
Acara bertajuk “Tarhib Ramadhan” ini benar-benar menjadi pengingat bagi saya. Mengusung tema “Ramadhan Mengubah Diri, Menggerakkan Ummat”, materi yang disampaikan membuat saya termenung sejenak mengenai persiapan yang sudah saya lakukan sejauh ini.
Transformasi, Bukan Sekadar Menahan Lapar
Poin utama yang saya tangkap dari penyampaian Ust. Abdullah Ridho A. (Kepala Departemen Perkadaran DPW Hidayatullah Jatim) adalah tentang esensi transformasi. Beliau menekankan bahwa:
-
Ramadhan adalah fase perubahan karakter, bukan sekadar ritual rutin.
-
Kesiapan mental dan spiritual harus dimulai jauh-jauh hari.
-
Perbaikan diri secara personal adalah “bahan bakar” untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Satu momen yang paling menarik bagi saya adalah saat sesi interaktif. Kami tidak hanya duduk mendengarkan, tapi diajak untuk merumuskan target pribadi. Saya mulai mencatat target ibadah dan aksi sosial apa saja yang ingin saya capai agar Ramadhan tahun ini tidak berlalu begitu saja.
Semangat Kolektif yang Menular
Melihat kehadiran rekan-rekan dari BMH, BTH, dan unit lainnya, saya merasakan adanya energi besar yang sedang dipersiapkan. Mendengar pernyataan Pak Rifa’i dari DPD dan apresiasi dari Ust. Aep Saepudin (DPW Jatim) lewat pesan singkatnya, saya sadar bahwa kami di Bojonegoro sedang bersiap “memanaskan mesin”.

Keluar dari ruangan acara pukul 14.30 WIB, saya merasa lebih siap. Ada rasa optimis bahwa Ramadhan 1447 H kali ini akan menjadi titik balik bagi saya pribadi untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih peduli pada keadaan ummat di sekitar saya.
Reporter: Agus Rohmatullah
Editor: Aminudin

