DPW Hidayatullah Jatim Gelar Sosialisasi Ramadhan 2026, DMW Tekankan Spirit Perjuangan dan Penguatan Ukhuwah

DPW Hidayatullah Jatim Gelar Sosialisasi Ramadhan 2026, DMW Tekankan Spirit Perjuangan dan Penguatan Ukhuwah

SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Program dan Arahan Ramadhan 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Jawa Timur dan menjadi bagian dari konsolidasi awal menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu pengisi utama adalah Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Juweni. Ia menyampaikan arahan strategis terkait makna dan orientasi perjuangan organisasi dalam menyambut Ramadhan.

Muhammad Juweni menegaskan bahwa Ramadhan harus dipahami secara utuh, tidak hanya sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai fase penguatan gerakan dakwah. “Dalam perjuangan kita di organisasi ini, berkaitan dengan datangnya Ramadhan perlu memperhatikan beberapa hal penting agar Ramadhan benar-benar menjadi penguat langkah kita,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sarat kemuliaan dan memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan Islam. “Bulan Ramadhan adalah bulan mulia dan hebat. Banyak peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini. Rasulullah SAW pun banyak melakukan peperangan di bulan Ramadhan,” tegasnya.

Menurutnya, fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan bukan bulan yang identik dengan kelemahan, melainkan bulan pembuktian kekuatan iman dan keteguhan komitmen. Puasa tidak menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas, tetapi justru sarana pembinaan mental dan spiritual.

 Selain itu, ia menyoroti keistimewaan Lailatul Qadar yang menjadi puncak kemuliaan Ramadhan. “Di dalamnya ada satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Ini adalah kesempatan emas yang harus dikejar dengan kesungguhan ibadah dan keseriusan dalam memperbaiki diri,” katanya.

Muhammad Juweni juga menjelaskan bahwa Ramadhan menawarkan kebaikan yang menyeluruh sepanjang waktu. Siang hari dipenuhi ibadah puasa yang melatih kesabaran dan pengendalian diri, sedangkan malam hari dihidupkan dengan qiyamul Ramadhan, tilawah, dan doa.

“Ramadhan menawarkan kebaikan siang dan malamnya. Siang dengan puasa, malam dengan qiyamul Ramadhan. Jika ini dimaksimalkan, maka akan lahir kader-kader yang kuat secara ruhiyah dan kokoh dalam perjuangan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah di internal organisasi. Menurutnya, kebersamaan dalam ibadah dan program dakwah harus memperkuat soliditas, bukan sebaliknya.

“Ramadhan ini agar makin mempererat ukhuwah. Jangan sampai kita sibuk dengan program tetapi melupakan kebersamaan. Justru Ramadhan harus menjadi titik penguat persaudaraan kita,” pesannya.

Melalui kegiatan yang difasilitasi DPW tersebut, para pengurus DPD diharapkan dapat menerjemahkan arahan yang disampaikan dalam bentuk program konkret di daerah masing-masing. Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan struktur dalam menyambut Ramadhan dengan perencanaan yang matang dan visi yang selaras.

Dengan partisipasi sekitar 100 pengurus DPD, forum daring ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus menguatkan komitmen bersama. DPW Hidayatullah Jawa Timur berharap Ramadhan 2026 tidak hanya menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah individu, tetapi juga penguatan gerakan dakwah dan soliditas organisasi di seluruh wilayah Jawa Timur.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *